HEADLINE: Teror Air Keras Novel Baswedan Disebut Rekayasa, Opini Lemahkan KPK? - JURAGANTOTO

Breaking

JURAGANTOTO

Prediksi Togel, Paito dan Berita Terbaru Indonesia

November 9, 2019

HEADLINE: Teror Air Keras Novel Baswedan Disebut Rekayasa, Opini Lemahkan KPK?

Peringatan 500 Hari Penyerangan Novel Baswedan Digelar di KPK

Jakarta - Kasus teror air keras belum juga menunjukkan titik terang, Novel Baswedan kembali dirundung masalah. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dituding merekayasa serangan air keras yang menimpa dirinya pada 11 April 2017 lalu.

Bahkan tudingan tersebut dibawa ke ranah hukum. Adalah Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung yang melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menduga, Novel telah merekayasa kasusnya yang telah menyita perhatian publik selama dua tahun terakhir ini.


HEADLINE: Teror Air Keras Novel Baswedan Disebut Rekayasa, Opini Lemahkan KPK?

Liputan6.com, Jakarta - Kasus teror air keras belum juga menunjukkan titik terang, Novel Baswedan kembali dirundung masalah. Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dituding merekayasa serangan air keras yang menimpa dirinya pada 11 April 2017 lalu.
Bahkan tudingan tersebut dibawa ke ranah hukum. Adalah Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung yang melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menduga, Novel telah merekayasa kasusnya yang telah menyita perhatian publik selama dua tahun terakhir ini.

Pengacara Novel, Muhammad Isnur menyatakan, laporan yang dilayangkan Dewi Tanjung tidak jelas alias ngawur. Dia bahkan menyebut apa yang dilakukan Dewi sudah mengarah pada fitnah serta tindakan di luar nalar.

"Sungguh ini merupakan tindakan di luar nalar dan batas kemanusiaan. Karena penyerangan yang mengakibatkan NB (Novel Baswedan) mengalami kebutaan jelas dan telah terbukti sebagai fakta hukum. Sudah diverifikasi melalui pemeriksaan medis maupun penyelidikan dan penyidikan aparat Kepolisian," ujar Isnur kepada Liputan6.com

Bukan itu saja, teror air keras tersebut juga sudah diselidiki Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) hingga mendapatkan perhatian serius dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk diusut tuntas. Bahkan Kapolri saat itu Tito Karnavian telah menyaksikan langsung kondisi Novel tak lama setelah kejadian.

Dengan begitu, menurut Isnur, Dewi Tanjung secara tidak langsung telah menuduh kepolisian, Komnas HAM, hingga Presiden Jokowi tidak bekerja berdasarkan fakta hukum. "Oleh karena itu, semestinya kepolisian tidak memproses laporan ini lebih lanjut," tuturnya.

Lebih lanjut, Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) ini menilai, laporan Dewi Tanjung merupakan bentuk kriminalisasi dan serangan terhadap Novel Baswedan, sama seperti yang selama ini dilakukan pendengung atau buzzer, politikus, tokoh, dan orang-orang yang tidak suka dengan KPK.

Dia menduga laporan dilakukan hanya untuk menggiring opini publik dan mengecilkan dukungan terhadap upaya penuntasan kasus teror air keras Novel Baswedan, penolakan terhadap pelemahan KPK, dan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia secara keseluruhan.

"Laporan ini dilakukan bersamaan waktunya dengan desakan publik tentang penerbitan Perppu KPK dan desakan agar kasus penyerangan terhadap Novel, penyidik KPK, segera dituntaskan. Sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa laporan ini dilakukan saat ini, mengingat kasus ini sudah berjalan hampir 3 tahun," ucap Isnur.

Hal yang sama juga disampaikan Novel Baswedan. Mantan anggota kepolisian itu menilai tuduhan merekayasa kasus yang dilakukan Dewi Tanjung adalah tindakan ngawur.
"Ngawur itu," kata Novel saat dikonfirmasi Antara 

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad