Pembeli Pulau Lantigiang Jadi Tersangka, Polisi: Dia Tak di Indonesia - JURAGANTOTO

Breaking

JURAGANTOTO

Prediksi Togel, Paito dan Berita Terbaru Indonesia

March 12, 2021

Pembeli Pulau Lantigiang Jadi Tersangka, Polisi: Dia Tak di Indonesia

 



Pembeli Pulau Lantigiang, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Asdianti, telah ditetapkan menjadi tersangka di kasus tersebut. Namun polisi belum bisa memeriksa Asdianti lantaran pengusaha asal Selayar itu masih berada di luar negeri.

"Belum diperiksa dia (Asdianti) sampai sekarang karena dia tidak di Indonesia," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada  Kamis (11/3/2021).

Belum diketahui sejak kapan Asdianti meninggalkan Indonesia. Polisi kemudian menyebut telah melakukan pemanggilan terhadap Asdianti selaku tersangka. Namun Asdianti belum memenuhi panggilan penyidik

Polisi juga belum membeberkan lebih lanjut peranan Asdianti sehingga ditetapkan sebagai tersangka.

"Belum, belum (bisa dibeberkan detailnya), nanti diperiksa lagi dia karena belum diperiksa betul dia," jelas Zulpan.

secara terpisah hari ini telah meminta tanggapan kepada Asdianti melalui aplikasi pesan singkat. Namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan mengenai penetapan dirinya sebagai tersangka.

Diberitakan sebelumnya, Asdianti dan eks Kades Jinato Abdullah ditetapkan menjadi tersangka baru di kasus jual-beli Pulau Lantigiang. Untuk Abdullah, dia ditetapkan menjadi tersangka atas perannya melakukan pemalsuan akta autentik surat kepemilikan lahan di Pulau Lantigiang untuk Syamsul Alam selaku pria yang mengaku pemilik lahan di pulau tersebut.

"Dikenai Pasal 55-nya dia (turut serta), pasal pokoknya (yang dilanggar) Pasal 263 KUHP," katanya.

Sebelumnya, yakni pada 6 Februari 2021, penyidik menetapkan pria bernama Kasman selaku tersangka di kasus penjualan Pulau Lantigiang itu. Kasman adalah perpanjangan tangan Syamsul Alam, pria yang mengaku sebagai pemilik lahan di Pulau Lantigiang.

Kasman, yang juga berstatus sebagai keponakan Syamsul Alam, dijerat polisi dengan Pasal 266 KUHP karena memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik, dalam hal ini surat kepemilikan lahan di Pulau Lantigiang yang kemudian menjadi dasar jual-beli pulau.


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad