Fakta Baru Investigasi Diungkap Komnas HAM dari Tewasnya 6 Laskar FPI - JURAGANTOTO

Breaking

JURAGANTOTO

Prediksi Togel, Paito dan Berita Terbaru Indonesia

December 29, 2020

Fakta Baru Investigasi Diungkap Komnas HAM dari Tewasnya 6 Laskar FPI

 

Fakta Baru Investigasi Diungkap Komnas HAM dari Tewasnya 6 Laskar FPI



Jakarta - 

Komnas HAM melakukan penelusuran sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan peristiwa penembakan 6 laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. Berdasarkan penelusuran itu, Komnas HAM menemukan sejumlah fakta baru.

"Kami temukan di beberapa titik, kami tidak bisa sebutkan titik dimana saja, karena itu masih kami kroscek ulang, kroscek ulang tiitk mana saja yang sesuai dan tidak sesuai," kata Ketua Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (28/12/2020).

Choirul mengatakan salah satu barang yang ditemukan selama penelusuran sejumlah titik jelang lokasi penembakan laskar FPI yakni earphone. Selain itu, kata dia, sejumlah barang lainnya juga turut ditemukan oleh Komnas HAM.

"Karena sifat kehati-hatian kami di awal itu apapun kita ambil, misalnya ini, entah ini ada hubungannya atau kah enggak, tapi ini karena ini, ini earphone belum tentu ada hubungannya, dan ada beberapa barang lain belum ada hubungannya tapi memang kambil ambil karena titik itu menurut kami ketika itu maish ada peristiwanya yang bisa kita bayangkan," ucap Choirul.

Temuan Proyektil

Komnas HAM mengungkapkan hasil investigasi kontak tembak antara polisi dengan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Komnas HAM menemukan 7 proyektil peluru dan 4 selongsong di sekitar lokasi kontak tembak.

"Saya menambahkan saja detail-detail. Yang pertama proyektil jumlahnya 7, tapi 1 kami tidak terlalu yakin. Jadi dari 7 itu, kami 1 tidak terlalu yakin. Jadi yang yakin 6, yang 1 kita nggak yakin," Choirul Anam.

Choirul menjelaskan, dari 4 selongsong yang ditemukan, 3 di antaranya masih utuh. Sementara satu lagi, sebut Choirul, Komnas HAM belum bisa memastikan.

"Yang kedua selongsong 4, 3 utuh, satunya kami duga itu adalah, apa namanya, bagian belakang, kaya bagian pelatuknya itu, tapi ini kita duga. Yang firm selongsongnya itu 3. Jadi ini 3, bentuknya memang nggak berubah. Kalau yang satunya bentuknya ini," terang Choirul sambil menunjukkan bukti selongsong yang ditemukan.

"Apakah ini betulan bagian dari selongsong itu, kami belum bisa menilai. Makanya kami masukan di sini dengan catatan ini tidak terlalu firm," imbuhnya.

Begitu pula proyektil peluru. Choirul juga menunjukkan bukti proyektil yang ditemukan.

"Yang proyektil tadi juga begitu, kalau yang lain modelnya begini, yang ini modelnya begini. Nah ini kita tidak terlalu firm, makanya kami catat satu yang tidak terlalu firm," ucapnya.

Akan lakukan Uji Balistik

Komnas HAM akan melakukan uji balistik terhadap barang bukti yang ditemukan terkait insiden penembakan 6 anggota laskar FPI. Komnas HAM mengaku mengupayakan pengujian dilakukan secara terbuka dan transparan.
"Ini semua masih membutuhkan uji balistik, kami sedang mengupayakan uji balistiknya sifatnya terbuka dan transparan, akuntabel yang paling penting," kata Choirul.

Anam mengatakan salah satu barang bukti yang akan diuji adalah bagian mobil. Menurutnya, terdapat bagian mobil yang identik secara kasatmata, namun sisanya perlu diuji.

"Bagian mobil sangat banyak, ini juga akan kita uji. Karena secara kasat mata pada saat pemeriksaan mobil itu ada sebagian kecil yang identik banget, tapi ada yang lain harus dipastikan," kata Anam.

"Identik itu pengertiannya, identik kasatmata bukan identik ilmiah uji labfor dan sebagainya," sambungnya.

Selain bagian mobil, Komnas HAM menemukan bukti proyektil dan selongsong. Anam menyebut pengujian secara terbuka dan transparan, agar hasil yang dihasilkan mudah diakses dan menimbulkan kerangka peristiwa yang terjadi.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad