Perjuangan Warga Selamatkan Diri Saat Banjir Menerjang Luwu Utara - JURAGANTOTO

Breaking

JURAGANTOTO

Prediksi Togel, Paito dan Berita Terbaru Indonesia

July 16, 2020

Perjuangan Warga Selamatkan Diri Saat Banjir Menerjang Luwu Utara


Kondisi bantaran sungai Masamba akibat banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (14/7/2020). Akibat banjir bandang tersebut mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan ratusan rumah tertimbun lumpur. ANTARA FOTO/Muktar/yu/hp.


Banjir bandang di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menyebabkan 21 orang meninggal dunia. Warga yang selamat bercerita bagaimana berjuang dari terjangan arus banjir.

Banjir bandang terjadi pada Senin (13/7) lalu. Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, terkena dampak. Hingga saat ini 21 yang ditemukan meninggal. Sebanyak 16 korban meninggal sudah teridentifikasi dan dibawa ke RSUD Andi Djemma dan RS Hikmah.
Sementara itu, lima jenazah lagi ditemukan di Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara. Tim SAR gabungan menemukan jasad dipenuhi lumpur saat dievakuasi.

Salah seorang warga Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Masnah (41), bercerita bagaimana hujan deras menyebabkan banjir bandang di Desa Radda. Pada saat itu kejadiannya malam hari. Dia ke luar rumah dan kaget melihat air beserta lumpur dan material banjir sudah menutup halaman depan rumahnya.

Perjuangan Masnah menyelamatkan diri cukup dramatis. Dia awalnya berusaha melarikan diri menggunakan motor, tapi kondisi air yang makin deras turut menyeret motornya.
"Akhirnya saya biarkan saja itu motor (terbawa air). Seandainya tidak saya lepas saya juga pasti terbawa air.
Motornya hanyut. Masnah pun kebingungan untuk menyelamatkan diri. Beruntung, saat dia dalam setengah sadar, datang keponakannya yang menolong.
"Kemenakan membawa saya ke perempatan jalan yang aman di daerah atas. Intinya sudah saling terpencar kita (sekeluarga), tidak baku tau mi," imbuhnya.

Suasana makin panik ketika Masnah melihat warga lainnya menyelamatkan diri. Warga berlarian. Termasuk dirinya yang lari ke rumah di salah satu perempatan jalan.

"Saya sendiri posisi sudah menggantung ke rumahnya orang, ada juga yang di bawah kursi, di bawah mobil," tuturnya.

Saat kepanikan terjadi di perempatan jalan tersebut, ibu kandung Masnah dibawa berboncengan motor oleh keponakannya. Mulai saat itu dia sudah sudah tidak tahu kabar ibu kandungnya.

Besoknya, pada Selasa (14/7), Masnah dan keluarga berusaha mencari keberadaan ibu kandungnya. Namun dia mendapat kabar jika ibu kandungnya sudah meninggal dunia dan berada di rumah sakit.

"Adik saya melihatnya (jenazah ibu) di rumah sakit, sudah mau dibawa. Satu hari adikku, kakakku mencari (ibu kandung saya)," tuturnya.

Tadi pagi, jaringan listrik PLN di Kota Masamba, Luwu Utara, hingga saat ini belum pulih akibat banjir bandang. Selain itu, pengungsi membutuhkan makanan siap saji dan air bersih.

"Persoalan air bersih masih menjadi kendala karena PDAM kan putus. Kemudian PLN juga karena sementara PLN masih perbaikan terus hingga hari ini, jadi listrik belum aktif," ujar Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih warga, Pemkab Luwu Utara membutuhkan banyak mesin genset untuk menarik air bersih dari sumur-sumur yang tidak terkena dampak banjir bandang.

Pengungsi dari enam kecamatan di Luwu Utara saat ini juga membutuhkan bantuan makanan siap saji. BNPB menyebut sebanyak 4.930 keluarga di enam kecamatan tersebut terdampak banjir.
"Kalau untuk makanan, yang paling dibutuhkan pengungsi saat ini, untuk orang dewasa itu makanan siap santap dulu, seperti roti dan biskuit. Jadi makanan yang tidak perlu diolah lagi. Kebutuhan pengungsi lainnya antara lain kebutuhan khusus untuk perempuan dan balita dan anak-anak. Pakaian juga menjadi kebutuhan," jelas Indah.

Indah menyebut, jalur Trans Sulawesi, yang menjadi jalur utama menuju Kota Masamba, saat ini masih tertutup lumpur dan material lainnya yang terbawa banjir. Untuk itu, pihaknya juga membutuhkan bantuan alat berat untuk menyingkirkan material banjir agar bantuan dapat segera masuk ke Masamba.

"Ini salah satu yang dibutuhkan alat berat, kemudian BBM, saya juga tadi koordinasi dengan Pertamina. Dump truck sudah ada beberapa yang datang, tapi terus terang saja kita terkendala oleh akses pembuangan materialnya," imbuhnya.


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad