Dokter Muda di Libanon Jadi Tenaga Medis Pertama yang Gugur karena Corona - JURAGANTOTO

Breaking

JURAGANTOTO

Prediksi Togel, Paito dan Berita Terbaru Indonesia

July 21, 2020

Dokter Muda di Libanon Jadi Tenaga Medis Pertama yang Gugur karena Corona

Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group.

Seorang dokter muda menjadi tenaga medis pertama Libanon yang meninggal karena virus Corona (COVID-19). Meninggalnya dokter muda itu saat Libanon menghadapi peningkatan kasus infeksi harian.
Dilansir dari AFP, Senin (20/7/2020), Kantor Berita Nasional mengatakan dokter muda berusia 32 tahun itu bernama Loay Ismail. Pernyataan itu menyebutkan Ismail "meninggal karena virus Corona di Rumah Sakit Nabih Berri di Nabatiyeh", Libanon Selatan.
Sementara, rumah sakit Lebanon-Italia tempatnya bekerja mengatakan Ismail tertular penyakit "saat menjalankan tugas medis dan kemanusiaan".

"Hari ini kami berduka cita kepada dr. Loaly, kolega muda kami, yang jatuh saat menjalankan tugasnya merawat seorang pasien dengan #Covid19," kata Kepala Rumah Sakit Utama yang merawat pasien COVID-19 di Beirut, Firass Abiad, dalam sebuah cuitan.
"Kami telah mengambil sumpah dan bersedia mengorbankan semua untuk pasien kami. Namun ini tidak menghilangkan sakit hati atau membuat kehilangan toleransi," cuit Direktur Rumah Sakit Rafik Hariri.
Libanon secara resmi mencatat 2.800 kasus positif COVID-19 dengan 40 kematian. Secara bertahap, negara itu mencabut lockdown dan membuka Bandara Beirut untuk penerbangan komersial di awal Juli, setelah ditutup lebih dari tiga bulan.
Selama dua minggu terakhir, tingkat infeksi harian di Libanon meningkat dengan lusinan kasus baru yang diumumkan setiap hari. Pada 12 Juli lalu, pemerintah Libanon mengumumkan 166 kasus baru, termasuk 133 pekerja sanitasi.
Di puncak musim panas, sejumlah pantai dan bar di negara itu kembali dipadati masyarakat setempat. Menteri Kesehatan Libanon Hamad Hassan memperingatkan kemungkinan kembali lockdown dan mengunci "perilaku masyarakat" serta ketidakpatuhan terhadap social distancing.
Pandemi membuat Libanon menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Banyak pihak mengkhawatirkan sektor kesehatan tidak bisa mengatasi lonjakan kasus di negara itu.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad